7 Penyebab dan Gejala Awal Saraf Kejepit

Saraf kejepit merupakan gangguan kesehatan yang terjadi dikarenakan syaraf kejepit atau tertekan yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, rasa sakit dan juga gangguan fungsi di area tubuh yang sarafnya terjepit.

Kondisi tersebut bisa dialami siapa saja sehingga sangat disarankan untuk memahami penyebab dan gejala awal agar bisa memperoleh perawatan yang tepat. Untuk mengetahui informasi mengenai penyebab dan gejala kondisi tersebut sebaiknya lihat ulasan berikut ini.

Penyebab Terjadinya Saraf Terjepit

Saraf tertekan atau terjepit bisa dipengaruhi oleh berbagai macam faktor dan penyebabnya bisa sangat bervariasi tergantung area tubuh mana saja yang terpengaruh. Berikut ini beberapa contoh penyebab umum terjadinya kondisi tersebut.

Tulang Belakang Mengalami Degeneratif

Seiring bertambahnya usia seseorang, tulang belakang bisa saja mengalami perubahan degeneratif, contohnya mengalami osteoporosis. Apabila seseorang menderita osteoporosis maka besar kemungkinan terjadi penumpukan tulang dan terjadi penyempitan ruang yang menjadi jalur lewatnya saraf di tulang belakang. Kondisi tersebut bisa menyebabkan saraf spinal tertekan yang kemudian memunculkan beberapa gejala saraf tertekan.

Hernia Diskus

Hernia diskus merupakan salah satu penyebab utama dari kondisi saraf tertekan. Diskus intervertebralis yang ada di tulang belakang berfungsi sebagai bantalan antara vertebra. Ketika diskus tersebut pecah atau menonjol maka bagian dalamnya dapat menekan saraf yang posisinya berdekatan. Kondisi tersebut akan menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman yang seringnya terasa di bagian punggung bawah dan bagian leher.

Postur Tubuh Buruk

Postur tubuh yang tidak proporsional juga sering sekali menyebabkan beberapa saraf di area tubuh tertekan. Kondisi tubuh yang tidak baik bisa terjadi dikarenakan terlalu sering duduk di depan komputer dalam waktu yang lama.

Kalau terlalu sering melakukan hal tersebut nantinya saraf dan tulang belakang akan mendapatkan tekanan yang cukup keras. Hal tersebutlah yang nantinya bisa menimbulkan ketidakseimbangan otot yang akhirnya bisa membuat saraf tertekan.

Cedera Fisik

Trauma atau cedera fisik, seperti mengalami kecelakaan atau jatuh dari tempat yang tinggi juga dapat menjadi salah satu penyebab saraf kejepit. Saraf tertekan dapat terjadi apabila cedera fisik yang dialami menyebabkan jaringan atau tulang yang ada di sekitar saraf mengalami kerusakan dan menyebabkan peradangan. Jadi kalau mengalami kecelakaan atau jatuh sampai saat segera periksakan diri agar mencegah terjadinya saraf tertekan.

Berat Badan Berlebih

Seseorang yang mengalami obesitas atau berat badan berlebihan juga berpotensi mengalami saraf tertekan. Kondisi tersebut terjadi dikarenakan berat badan yang berlebih bisa memberikan beban ekstra di tulang belakang yang bisa menimbulkan masalah saraf.

Obesitas juga dapat menyebabkan terjadinya herniasi diskus atau gangguan kesehatan lainnya yang dapat menekan saraf. Jadi sangat dianjurkan untuk menjaga berat badan tubuh agar tetap ideal kalau tidak ingin sarafnya tertekan.

Kehamilan

Kehamilan juga bisa membuat seseorang mengalami masalah saraf. Kondisi ini terjadi karena tubuh wanita yang sedang hamil mengalami banyak sekali perubahan. Contohnya mengalami perubahan hormon dan peningkatan berat badan. Perubahan tersebut bisa menimbulkan tekanan pada saraf, seperti pada bagian punggung bawah dan panggul yang akhirnya mengakibatkan saraf tertekan.

Melakukan Aktivitas Fisik yang Berlebihan

Aktivitas fisik yang terlalu berlebihan sebaiknya jangan dilakukan karena bisa menimbulkan gangguan saraf. Contohnya melakukan olahraga yang terlalu lama dengan teknik yang tidak benar. Kalau melakukan aktivitas tersebut terlalu sering bisa saja menyebabkan cedera yang meningkatkan peluang terjadinya saraf tertekan.

Gejala Awal Kondisi Saraf Kejepit

Setiap gangguan kesehatan, seperti saraf tertekan pasti ada gejala awal yang muncul. Untuk mengetahui apa saja gejala yang biasanya muncul saat menderita saraf tertekan sebaiknya lihat penjelasan singkat berikut ini.

Mati Rasa dan Kesemutan

Pasien biasanya sering sekali mengalami mati rasa atau kesemutan saat sarafnya ada yang tertekan. Kondisi ini umumnya dikarenakan adanya gangguan aliran impuls saraf. Biasanya bagian tubuh yang mengalami kesemutan atau mati rasa adalah bagian tubuh yang sarafnya terjepit. Kesemutan tersebut bisa hilang apabila pasien sudah mendapatkan perawatan.

Rasa Nyeri

Pasien juga sering sekali mengalami rasa nyeri saat menderita saraf kejepit. Pasien bisa merasakan nyeri yang sangat tajam, menusuk dan terbakar. Rasa sakit tersebut muncul di area atau bagian tubuh yang terpengaruh dan dapat menyebar ke area tubuh lainnya. Contohnya, saraf tertekan di bagian punggung bawah dapat menimbulkan rasa nyeri yang menjalar sampai ke bagian kaki.

Refleks Menurun

Pasien umumnya saat memeriksakan diri ke dokter pasti akan melalui pemeriksaan refleks. Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter untuk mengetahui keberadaan saraf tertekan di area tubuh pasien. Apabila saat dilakukan pemeriksaan ternyata ada area tertentu yang refleksnya berkurang atau bahkan tidak ada maka bisa dipastikan pasien sudah mengalami saraf tertekan.

Kelemahan Otot

Saraf tertekan juga bisa mengakibatkan terjadinya kelemahan otot di area tubuh yang terpengaruh. Kondisi ini bisa membuat pasien mengalami kesulitan untuk menggerakkan kaki, lengan atau bagian tubuh yang lain. Kelemahan otot juga bisa mempengaruhi kemampuan seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Munculnya Rasa Sakit Waktu Bergerak

Rasa sakit yang dialami pasien bukan hanya muncul saat sedang duduk atau tiduran saja tetapi juga sering sekali dirasakan saat bergerak. Saat pasien menggerakkan tubuh, rasa sakit yang muncul lebih parah dibandingkan saat sedang diam. Kondisi inilah yang menyebabkan pasien tidak memiliki keinginan untuk menggerakkan tubuh, seperti berjalan atau mengangkat objek ketika saraf tertekan.

Cara Mencegah Saraf Kejepit

Semua gangguan kesehatan termasuk saraf tertekan bisa dicegah agar tidak terjadi. Berikut ini beberapa contoh cara pencegahan saraf tertekan yang dapat dicoba di rumah.

Melakukan Olahraga Secara Teratur

Olahraga merupakan salah satu aktivitas yang wajib dilakukan apabila ingin tubuh tidak mengalami gangguan kesehatan apapun. Olahraga yang harusnya dilakukan adalah olahraga yang dapat memperkuat dan menjaga otot tubuh tetap fleksibel. Pasien harus fokus pada bagian punggung saat berolahraga karena otot di bagian punggung yang sering terjepit.

Memperbaiki Postur Tubuh

Postur tubuh yang tidak bagus wajib untuk diperbaiki karena bisa mencegah saraf tertekan. Postur tubuh yang tidak bagus bisa diperbaiki dengan cara menggunakan dukungan punggung saat sedang duduk di hadapan komputer. Selain itu, jangan lupa untuk memposisikan layar komputer tepat di ketinggian yang sejajar dengan mata agar posisi duduknya benar.

Jaga Berat Badan Tetap Ideal

Menjaga berat badan agar tetap ideal juga menjadi cara terampuh untuk mencegah masalah pada saraf. Apabila berat badan tidak terlalu berlebihan bisa mengurangi terjadinya tekanan di bagian sendi dan tulang belakang. Agar tubuh tidak obesitas maka perlu melakukan diet yang seimbang dengan cara mengonsumsi makanan sehat.

Istirahat yang Cukup

Mengistirahatkan tubuh setelah melakukan aktivitas fisik berat juga menjadi salah satu pencegahan saraf tertekan. Sebelum melakukan aktivitas lagi sebaiknya lakukan peregangan agar untuk fleksibilitas otot tetap terjaga. Dengan beristirahat yang cukup nantinya bisa terhindar dari saraf kejepit.